LEBIH TAHU TENTANG PAJAK XV

ANTARA

PEMERIKSAAN PAJAK, KEBERATAN, DAN BANDING (BAGIAN Xv)

oleh Prianto Budi S. (Direktur di PT Partner Utama Konsultan)

disajikan dalam Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) IAI

pada tanggal 23 April 2007 di Graha Akuntan Jakarta

yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)



Prosedur Pemeriksaan Persediaan

Lakukan penelitian jumlah fisik bahan baku/penolong, barang dalam proses dan barang jadi saat dilakukan pemeriksaan dan cocokkan dengan kartu persediaan.

Lakukan rekonsiliasi persediaan sejak saat pemeriksaan sampai dengan akhir masa pajak yang diperiksa untuk mengetahui saldo akhir masa yang diperiksa.

Dalam hal barang jadi disimpan pada pihak ketiga (barang konsinyasi) yang benar-benar merupakan penyerahan kena pajak, lakukan konfirmasi atas barang tersebut.

Bandingkan antara lain penghitungan persediaan dan catatac persediaan di gudang serta cattac persediaan bagian akuntansi.

Tentukan jumlah dalam unit bahan baku /penolong yang dipergunakan pada masa yang diperiksa misalnya dengan pendekatan: saldo awal + pembelian – peian sendiri – saldo akhir = peian untuk produksi.

Tentukan jumlah dalam unit barang jadi yang dijual pada masa yang diperiksa, misalnya dengan pendekatan :

saldo awal + hasil produksi (pembelian) – pemakaian sendiri – pemberian cuma-cuma – saldo akhir = penjualan.

Prosedur Pemeriksaan Produksi

Kenali jenis, macam dan satuan barang yang diproduksi.

Kenali bahan baku/penolong yang digunakan untuk proses produksi.

Periksa proses produksi, kapasitas produksi dan standar konversi/formula/resep.

Dapatkan angka-angka rendemen untuk setiap jenis dan macam barang yang diproduksi.

Lakukan evaluasi kewajaran jumlah produksi yang dilaporkan dengan membandingkannya pada perhitungan produksi sesuai dengan rendemen dan peian bahan baku/ penolong dan kapasitas produksinya.

Periksa hasil produksi perusahaan yang diberikan secara cuma-cuma dan atau dipakai sendiri dan teliti penghitungan PPN atas penyerahan tersebut.

Teknik Pemeriksaan PPN dan PPnBM

Pajak Keluaran

Dapatkan angka-angka dari pembukuan PKP untuk menghitung pajak keluaran dengan rincian sebgai berikut:

Penjualan seluruhnya = a
Potongan penjualan = b
Penyerahan BKP/JKP dan Non BKP/JKP = c = a-b
Penyerahan Non BKP/JKP = d
Penyerahan BKP/JKP = e = c-d
Penjualan ekspor = f
Penyerahan ke instansi/badan yang ditunjuk seabagai pemungut PPN = g
Penyerahan yang PPN-nya ditunda, ditangguhkan, ditanggung pemerintah, dibebaskan danatau tidak dipungut = h
Retur penjualan = i
Penyerahan BKP/JKP terkena PPN = j = e-f-g-h-I
Penyerahan sebelum masa pajak yang diperiksa yang PPN-nya dipungut pada masa yang diperiksa = k
Penyerahan pada masa yang diperiksa yang PPN-nya dipungut pada masa sesudah masa yang diperiksa = l
Penyerahan BKP/JKP yang harus dipungut PPN pada masa yang diperiksa = m = j+k-l
Pemakaian sendiri = n
Pemberian hadiah = o
Pemberian untuk contoh = p
Dasar Pengenaan Pajak = A = m+n+o+p
PPN Keluaran untuk masa yang diperiksa = B = 10% X A

Cocokkan penjualan seluruhnya (a), potongan penjualan (b), penyerahan non BKP/JKP (d), penyerahan BKP/JKP (e), penjualan ekspor (f), dan retur penjualan (i) ke masing-masing buku besarnya.

Teliti kebenaran jumlah penyerahan bulan terakhir sebelum masa yang diperiksa yang faktur pajaknya dibuatkan pada masa yang diperiksa.

Teliti ketetapan pembuatan Faktur Pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Yakinkan kebenaran penyerahan kepada pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPN (g) dan penyerahan yang PPN-nya ditangguhkan dan tanggung oleh pemerintah (h) dengan memeriksa ke dokumen pendukungnya.

Trasir peian sendiri (n), pemberian hadiah (o) dan pemberian untuk contoh (p) ke dokumen pendukungnya dan perhatian otorisasi dari pejabat yang berwenang.

Lakukan penghitungan kembali jumlah penyerahan/penjualan yang terutang PPN dan jumlah pajak keluarannya.

Pajak Masukan

Dapatkan angka-angka dari pembukuan untuk menghitung pajak masukan dengan rincian sebagai berikut :

Pembelian bruto = a
Potongan pembelian = b
Retur Pembelian = c
Pembelian bersih = d = a-b-c
Pembelian bulan terakhir sebelum masa yang diperiksa yang faktur pajaknya diterima pada masa yang diperiksa = e
Pembelian bulan terakhir sebelum masa yang diperiksa yang faktur pajaknya diterima susudah masa yang diperiksa = f
Pembelian yang tidak ada hubungan langsung dengan usaha = g
Pembelian yang berhubungan langsung dengan usaha C = d+e-f-g
Pajak masukan yang dapat dikreditkan = D = 10% X C

Cocokkan pembelian bruto (a), potongan pembelian (b) dan retur pembelian (c) ke Saldo pada buku besar.

Cocokkan/bandingkan faktur pembelian bulan terakhir sebelum masa yang diperiksa dengan faktur pajaknya yang diterima di bulan berikutnya.

Trasir retur pembelianke dokumen pendukungnya.

lakukan penghitungan kembali jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dengan memperhatikan catatan mengenai Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan (perhatikan Pasal 9 ayat (8) huruf I UU Nomor 18 Tahun 2000).

Periksa apakah Pajak Masukan yang dijadikan Kredit Pajak berasl dari pembelian barang yang berhubungan langsung dengan menghasilkan BKP, bila tidak lakukan koreksi atas kredit pajak tersebut.

Teliti Pajak Masukan yang dikreditkan untuk Masa Pajak yang tidak sama (perhatikan Pasal 9 ayat (9) UU Nomor 18 Tahun 2000).

Periksa apakah PPN Masukan yang dikreditkanbenar-benar dibeli dari PKP dan apakah seluruh penjualan BKP telah dipungut PPN keluarannya.

Periksa apakah PPN masukan yang dibebankan ke harga poko barangnya. Bila ada periksa apakah restitusi yang diterimanya telah dilaporkan sebagai pendapatan, bila belum lakukan koreksi positif menambah laba kena pajak.

Berikan cap ‘TELAH DIPERHITUNGKAN” pada faktur Pajak Masukan dengan menggunakan cap yang telh ditentukan dan diparap.

Dalam hal Masa Pajak yng diperiksa meliputi Masa Pajak bulan ketiga setelah Tahun Buku, yakinkan bahwa PKP telah melakukan penghitungan kembali Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 643/KMK.04/1994 dan/atau Keputusan Menteri Keuangan Nomor 575/KMK.04/2000 tentang Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan Bagi PKP yang Melakukan Penyerahan yang Terutang Pajak dan Penyerahan yang Tidak Terutang Pajak.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah

Dapatkan angka-angka dari PKP untuk menghitung Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan rincian sebagai berikut :

Penjualan buto yang terkena PPnBM = a
Retur penjualan dan potongan lain = b
Penjualan bersih = c = a-b
Penyerahan ke instansi/badan yang ditunjuk sebagai pemungut PPnBM = d
Penyerahan yang PPnBM-nya ditangguhkan = e
Penyerahan sebelum masa yang diperiksa yang PPnBM-nya dipungut pada masa yang diperiksa = f,
Penyerahan pada masa yang diperiksa yang PPnBM-nya dipungut pada masa sesudah masa yang diperiksa = g
Penjualan bersih kena pajak = h = c-d-e+f-g
PPnBM yang terutang untuk masa yang diperiksa = A = tarif PPnBM X h.

Cocokkan penyerahan bulan terakhir sebelum masa yang diperiksa dengn faktur pajaknya yang dibuat dalam masa yang diperiksa.

Yakinkan kebenaran penyerahan ke instansi/badan yang ditunjuk sebagai pemungut PPnBM (d) dan penyerahan yang PPnBM-nya ditangguhkan (e) dengan memeriksa dokumen pendukungnya.

Pemeriksa penyetoran PPnBM selama masa yang diperiksa (B) ke surat setoran pajak dan SPT Masa yang bersangkutan.

Hitung jumlah PPnBM yang masih harus dibayar = (C) = (A) – (B)

Jangka Waktu Penerbitan Surat Ketetapan Pajak

Sejak permohonan resitusi PPN diterima lengkap, Direktur Jenderal Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus menerbitkan surat ketetapan pajak. Jangka waktu penerbitan surat ketetapan pajak adalah sebagai berikut:

Jangka Waktu Penerbitan SKP

Jenis Pengusaha Kena Pajak

1 bulan

Pengusaha Kena Pajak Kriteria Tertentu setelah dilakukan penelitian atas permohonan pengembalian yang diajukan

2 bulan

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan tertentu yang memiliki resiko rendah

4 bulan

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan tertentu yang memiliki resiko menengah dan tinggi

12 bulan

Pengusaha Kena Pajak selain Pengusaha Kena Pajak dengan kriteria tertentu dan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan kegiatan tertentu

12 bulan

Pengusaha Kena Pajak, termasuk Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan tertentu yang semula memiliki risiko rendah yang berdasarkan hasil pemeriksaan Masa Pajak sebelumnya ternyata diketahui memiliki risiko tinggi, dilakukan pemeriksaan lengkap baik satu, beberapa, maupun seluruh jenis pajak

Beberapa pengertian terkait dengan jenis Pengusaha Kena Pajak dijelaskan berikut ini:

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan tertentu adalah Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan ekspor Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai.

Pengusaha Kena Pajak yang memiliki resiko rendah adalah Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai dan/atau Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan ekspor Barang Kena Pajak, yang merupakan:

produsen;

perusahaan terbuka; atau

perusahaan yang pemegang saham terbesarnya adalah Pemerintah pusat atau daerah.

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai dan/atau Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan ekspor Barang Kena Pajak, yang merupakan produsen sebagaimana dimaksud pada angka 1 di atas adalah Pengusaha Kena Pajak yang paling sedikit 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah penyerahan tahun sebelumnya merupakan produksi yang dihasilkan dari mesin dan/atau peralatan pabrik yang dimiliki sendiri.

Apabila jangka waktu sebagaimana tercantum pada tabel di atas telah lewat dan Direktur Jenderal Pajak tidak menerbitkan surat ketetapan pajak atau surat keputusan, permohonan pengembalian yang diajukan dianggap dikabulkan dan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak harus diterbitkan paling lambat 1 (satu) bulan setelah jangka waktu tersebut berakhir.

BERSAMBUNG………………………...


Satu Balasan ke LEBIH TAHU TENTANG PAJAK XV

  1. Anonymous mengatakan:

    wah bagus ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: