LEBIH TAHU TENTANG PAJAK XII

ANTARA

PEMERIKSAAN PAJAK, KEBERATAN, DAN BANDING (BAGIAN XII)

oleh Prianto Budi S. (Direktur di PT Partner Utama Konsultan)

disajikan dalam Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) IAI

pada tanggal 23 April 2007 di Graha Akuntan Jakarta

yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)



B. Teknik Pemeriksaan PPh Badan

1. Melakukan evaluasi

a. Menilai kebenaran formal SPT PPh, yang pada prinsipnya menyangkut informasi umum dalam SPT

b. Menilai kelengkapan SPT yang menyangkut lampiran-lampiran

c. Menilai sistem pengendalian intern

2. Analisis angka-angka

a. Teknik perbandingan

b. Analisis rasio

c. Analisis varians dan norma

3. Melacak angka-angka dan dokumen

a. Cek nama orang/badan yang mengeluarkan dokumen yang bersangkutan

b. Cek tanggal pembuatan dokumen

c. Cek keaslian dokumen

4. Pengujian kaitan

a. Pengujian kaitan atas dokumen dasar (source control)

b. Pengujian kaitan jumlah-jumlah fisik

1) Arus barang
a) Penjualan dalam unit = saldo awal persediaan + pembelian – saldo akhir
b) Penjualan dalam rupiah = penjualan dalam unit x harga jual per unit

Apabila harga jual per unit berfluktuasi sepanjang tahun, dapat digunakan harga jual rata-rata, tetapi hasil perkaliannya hanya bersifat pendekatan

2) Arus uang

(Saldo akhir kas/bank + pengeluaran kas/bank – saldo awal kas/bank = penerimaan kas/bank

3) Arus piutang usaha
a) Penjualan kredit = saldo akhir + pelunasan piutang usaha – saldo awal
b) Total penjualan = penjualan tunai + penjualan kredit
4) Arus utang
a) Pembelian kredit = saldo akhir + pelunasan utang usaha – saldo awal
b) Total pembelian = pembelian tunai + pembelian kredit

5. Pengujian atas mutasi setelah tanggal neraca, khususnya terhadap akun-akun yang terkait dengan penjualan dan pembelian (piutang dan utang).

6. Pemanfaatan informasi pihak ketiga

7. Pengujian fisik

8. Melakukan inspeksi

9. Melakukan konfirmasi

10. Melakukan ekualisasi dengan objek PPN

Khusus untuk proses ekualisasi antara peredaran usaha menurut SPT PPh Badan dan nilai penyerahan yang telah dilaporkan dalam SPT Masa PPN Januari-Desember, tekniknya diuraikan lebih detil dalam tabel matriks berikut ini.

Teknik

Deskripsi

Ekualisasi

Jika ada selisih dari hasil ekualisasi, hal tsb bisa disebabkan oleh

§ selisih kurs antara kurs pajak di SPT PPN dan kurs tengah BI/kurs perusahaan utk SPT PPh Badan

§ diskon (di SPT PPh muncul terpisah setelah penjualan bruto, tapi di SPT Masa tidak muncul karena sudah di-offset dengan nilai penyerahan)

§ uang muka penjualan (di SPT PPN dilaporkan sbg penyerahan terutang PPN, tapi di SPT PPh Bdn dilaporkan di neraca)

§ adanya perbedaan pengakuan pendapatan (revenue) dan penjualan (sales)

§ beda waktu penerbitan invoice komersial dengan faktur pajak standar, khususnya untuk bulan Desember dan Januari tahun berikutnya

§ beda waktu penerbitan invoice komersial dengan faktur standar, khususnya untuk transaksi jasa konstruksi yang menggunakan termijn pembayaran. Dalam hal ini FP standar boleh diterbitkan paling lambat pada saat uang diterima

§ pemakaian sendiri dan/atau pemberian Cuma-Cuma

§ penyerahan yang terutang PPN dilaporkan sebagai other income di SPT PPh Badan

§ pendapatan yang diakui berdasarkan amortisasi unearned revenue (misalnya pembayaran sewa gedung yang dibayarkan di awal periode dan PPN-nya langsung terutang pada saat itu, tapi pengakuan pendapatannya dilakukan secara bertahap selama termin yang disepakati)

§ ada reimbursement ke customer yang dikenakan PPN, padahal reimbursement tidak dilaporkan sbg penjualan, tapi mengurangi biaya penjual atau pemberi jasa

Nomor urut faktur pajak

Jika ada nomor yang loncat, kemungkinan yang muncul adalah

§ FP sudah terbit, tapi belum laporkan

§ FP sudah terbit, tapi batal

§ FP memang belum diterbitkan

Gross-up kredit pajak

Misal, PT Pemberi Jasa mengakui kredit pajak di tahun 2006 sebesar Rp 1,2 M di SPT PPh Badan. Berdasarkan metode ini, diketahui tarif withholding tax-nya 6%, omzet penjualannya dapat diketahui sebesar Rp 20 M. Jika hal ini terjadi, PT Pemberi Jasa harus bisa menjelaskan bukti potong th 2006 yang terkait dgn pendapata di 2005 serta pendapatan di 2006 yang bukti potongnya diterima di 2007

BERSAMBUNG………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: