GAJI ISTERI VS GAJI SUAMI

Dian R Fajar Ratih SPsi

Dina seorang ibu rumah tangga, eksekutif muda yang sangat cerdas, cemerlang, workaholic, dan sangat perfeksionis. Namun, kesuksesan dia dalam berkarir membuat rumah tangganya menjadi tidak harmonis. Hal ini dikarenakan suaminya jarang pulang, merasa minder karena sebagai kepala keluarga seharusnya bisa membahagiakan keluarganya namun itu tidak bisa dilakukannya karena gajinya pas-pasan bila dibandingkan dengan isterinya jauh sekali sehingga membuat dia tidak betah di rumah.

Kondisi di atas menggambarkan apabila gaji isteri lebih besar daripada suami. Dalam kondisi perekonomian saat ini membuat biaya hidup semakin tinggi dan kebutuhan semakin banyak, sehingga bekerja bagi isteri bukanlah sesuatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Karena dengan bekerja isteri dapat menghasilkan gaji dan membantu suami dalam mengatasi masalah keuangan di keluarga. Namun, besarnya gaji yang diperoleh suami bukan masalah bagi isteri. Bagaimana jika gaji isteri lebih besar dibandingkan dengan gaji suami ?

Dengan gaji yang lebih besar dari gaji suami, bukan tidak mungkin membuat isteri lebih berkuasa dan kurang menghormati suami karena merasa lebih banyak menghasilkan untuk keluarga. Serta hal ini membuat suami merasa minder atau rendah diri karena merasa pas-pasan dalam menafkahi isterinya. Mungkin tidak semua wanita yang berpenghasilan lebih besar daripada suaminya bersikap lebih dominan atau superior dalam keluarga, semuanya itu dikembalikan ke masing-masing individu yang melakukannya.

Tugas seorang isteri tetaplah menjadi ibu rumah tangga, namun mempunyai profesi ganda sebagai ibu rumah tangga dan wanita karir sangatlah tidak mudah dan sepele. Karena membutuhkan energi yang sangat besar dalam mengatur keduanya. Semua masalah yang kita hadapi pasti ada jalan keluarnya. Agar hubungan kita dengan suami tetap harmonis maka sebagai isteri harus bisa bersikap :

1. Belajar Ikhlas & Jangan Takabur

Berapapun besarnya gaji yang diperoleh suami kita, tetaplah bersyukur dan ikhlas. Karena dengan ikhlas kita lebih mudah menerima kenyataan yang ada. Serta jangan bersikap takabur meskipun gaji kita lebih besar daripada suami, karena bagaimanapun juga kita harus tetap menghormati suami sebagai pemimpin atau kepala dalam keluarga.

2. Motivator Bagi Suami

Jadikanlah diri anda sebagai motivator suami, pada saat suami merasa kurang percaya diri. Dengan mencarikan peluang atau informasi mengenai pekerjaan yang lebih baik serta dukungan agar tetap optimis, sehingga suami merasa tetap dicintai dan dihormati.

3. Tingkatkan Komunikasi

Dengan berkomunikasi, kita dapat menghilangkan kesenjangan yang timbul akibat perbedaan pendapatan (gaji). Serta kita dapat mengetahui cara atau solusi yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut. Dengan komunikasi juga dapat memperat hubungan suami – isteri, dan terhindar dari perceraian.

Untuk itu, meskipun kita mempunyai gaji yang lebih besar dari suami tetaplah menghormati dan menghargai jerih payah dari suami kita. Selain sebagai isteri, kita juga merupakan partnership bagi suami kita dalam berbagai hal. Oleh karena itu, kita sebagai isteri harus dapat menghargai, dan berbagi, serta tidak saling menonjolkan kelebihan masing-masing.



HOSTING TERBAIK


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: