MANAJEMEN STRATEGIK

Dirangkum Oleh : Faisal Febrianto,SE


Secara umum, perusahaan didirikan dengan berbagai tujuan pokok: memperoleh laba, meningkatkan harga saham (perusahaan publik), meninggikan volume penjualan, dan mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Untik mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, manajemen perlu memperhatikan dua faktor pokok, yakni faktor internal yang sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan dan faktor eksternal yang tidak terkontrol oleh perusahaan. Secara skematis dapat digambarkan seperti dibawah ini.

Pengertian dan Komponen Manajemen Strategik

Dengan memperhatikan kaitan yang ada antara tujuan perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka pengertian dan komponen manajemen strategik dapat dirumuskan dengan lebih transparan. Dengan demikian manajemen strategik dapat diartikan sebagai usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang muncul guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan.

Sedangkan komponen pokok manajemen strategik adalah: (1) analisis lingkungan bisnis yang diperlukan untuk mendeteksi peluang dan ancaman bisnis; (2) analisis profil perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan; (3) strategi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan memperhatikan (4) misi perusahaan. Hubungan antara lingkungan bisnis dan profil perusahaan memberikan indikasi pada apa yang mungkin dapat dikerjakan (what is possible). Dari sini posisi perusahaan di pasar dapat diketahui. Sedangkan keterkaitan antar analisis lingkungan bisnis, profil perusahaan, dan misi perusahaan menunjuk pada apa yang diinginkan (what is desired) oleh pemilik dan manajemen perusahaan. Secara skematis dapat dilihat dibawah ini:



Analisis Lingkungan Bisnis

Analisis lingkungan bisnis dimaksudkan untuk mengidentifikasi peluang (opportunities) bisnis yang perlu dengan segera mendapatkan perhatian eksekutif, dan disaat yang sama diarahkan untuk mengetahui ancaman (threats) bisnis yang perlu mendapatkan antisipasi. Analisis lingkungan bisnis terdiri dari dua komponen pokok, yakni analisis lingkungan makro dan lingkungan industri yang digambarkan dibawah ini.



Kekuatan Dan Kelemahan Perusahaan

Perumusan strategi bisnis mensyaratkan adanya analisis yang mendalam terhadap munculnya peluang dan ancaman bisnis dalam lingkungan bisnis, disamping itu, formulasi strategi bisnis juga menuntut adanya pemahaman yang cermat terhadap faktor internal perusahaan. Perusahaan diharapkan dapat dengan teliti melakukan identifikasi dan evaluasi keseluruhan variabel internalnya untuk mengetahui kekuatan (strengths) dan kelemahannya (weaknesses).

Disebut kekuatan jika variabel internal yang dievaluasi mampu menjadikan perusahaan memiliki keunggulan tertentu. Perusahaan mampu mengerjakan sesuatu dengan lebih baik dan atau lebih murah dibanding dengan pesaingnya. Disebut kelemahan jika perusahaan tidak mampu mengerjakan sesuatu yang ternyata dapat dikerjakan dengan baik dan atau lebih murah oleh pesaingnya.

Setelah analisis dilakukan, perusahaan dapat mengetahui profil keunggulan strategis perusahaan yang dimiliki. Dengan demikian, diharapkan perusahaan dapat mengeksploitasi peluang dan mengurangi ancaman bisnis yang ditimbulkan oleh lingkungan bisnis yang mengitarinya. Perusahaan dapat mengantisipasi peluang bisnis dan menyikapi ancaman bisnis yang ada dengan pas: efektif dan efisien.

Untuk keperluan tersebut, tersedia empat macam kemungkinan. Perusahaan dapat memaksimumkan kekuatan (keunggulan) yang dimiliki untuk secara maksimum pula memanfaatkan peluang bisnis (maxi-maxi). Perusahaan dapat pula meminimkan kelemahan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang bisnis yang muncul (mini-maxi). Disamping itu, perusahaan juga dapat memaksimumkan kekuatan yang ada untuk meminimkan ancaman bisnis (maxi-mini). Tersedia juga kemungkinan untuk meminimkan kelemahan yang digunakan untuk meminimkan ancaman.

Strategi Pertumbuhan

Strategi pertumbuhan adalah strategi bersaing yang berusaha mengembangkan (membesarkan) perusahaan sesuai dengan ukuran besaran yang disepakati untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan.

Secara ringkas, jenis strategi pertumbuhan dapat dibedakan sebagai berikut:

Konsentrasi

Adalah jenis strategi paling umum dijumpai pada berbagai perusahaan, strategi konsentrasi berusaha mengarahkan sumber daya dan dana yang dimiliki untuk digunakan mengembangkan satu jenis produk tertentu yang menggunakan satu jenis teknologi pokok tertentu yang berada dalam satu pasar tertentu. Kalaulah terjadi pengembangan produk, produk tersebut memiliki kaitan teknologi yang sangat dekat dan masih berada dalam pasar yang sama.

Perluasan Pasar

Strategi perluasan pasar pada dasarnya berusaha menambah jangkauan pemasaran dari jenis barang yang sekarang telah diprodusir. Strategi ini biasanya dipadukan dengan strategi konsentrasi.

Integrasi Horisontal

Integrasi horisontal terjadi jika perusahaan menambah unit usaha strategis yang dimiliki yang menghasilkan barang dan atau jasa yang sama dengan yang sebelumnya telah dimiliki. Pada umumnya, integrasi horisontal dilakukan dengan cara melakukan akuisisi, yakni membeli perusahaan lain yang menghasilkan produk yang sama yang sebelumnya menjadi pesaing perusahaan. Oleh karena itu akuisisi jenis ini disebut akuisisi horisontal.

Integrasi Vertikal

Integrasi vertikal terjadi jika perusahaan melakukan perluasan usaha pada bidang usaha yang sebelumnya menjadi bidang garap pemasok dari perusahaan tersebut atau bidang usaha yang menjadi bidang garap konsumen dari perusahaan tersebut. Jika memasuki bisnis baru yang sebelumnya menjadi bidang usaha pemasok, proses tersebut dinamai dengan integrasi kebelakang (backward integration) atau integrasi kehulu. Jika memasuki bisnis baru yang sebelumnya menjadi bidang usaha konsumen (selain konsumen akhir), Proses tersebut dinamai dengan integrasi kedepan (forward integration) atau integrasi kehilir.

Diversifikasi Konsentrik

Diversifikasi konsentrik terjadi jika perusahaan memutuskan melakukan ekspansi usaha dengan menambah unit usaha baru, baik dengan cara pertumbuhan internal maupun akuisisi, pada bidang usaha yang memiliki keterkaitan, langsung maupun tidak langsung, dengan bidang usaha yang sebelumnya dimiliki.

Diversifikasi Konglomerasi

Diversifikasi konglomerasi terjadi jika perusahaan melakukan ekspansi usaha dengan membentuk unit usaha strategis baru pada berbagai bidang usaha yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan bidang usaha yang sebelumnya telah dimiliki.

Dengan menggunakan analisis yang tepat dalam mempertimbangkan keputusan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan, dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang sering dikenal dengan analisis SWOT, diharapkan perusahaan dapat mencapai tujuan dan mampu bersaing.

————————-

Topik terkait SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: